BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS �
Showing posts with label way of life. Show all posts
Showing posts with label way of life. Show all posts

Tuesday, November 3, 2009

TAKDIR

Apakah semua ini Cuma suatu kebetulan? Tapi rasanya semua kebetulan ini begitu sempurna. Tanpa kita sadari kita merasakan sesuatu yang menyenangkan, yang menyedihkan, yang lucu, yang konyol, yang sepertinya semuanya terasa begitu aneh, tapi juga begitu sempurna. Apakah ini semua yang membuat kita percaya tentang adanya Tuhan? Ya, mungkin saja. Tapi menurutku keimanan itu bukan sekedar doktrin, karena hati kita mempercayainya. Kita merasa iman itu milik kita, bukan diberikan kepada kita.
“Tapi ada kalanya kita hanya bisa terbengong-bengong tidak percaya ketika Tuan Takdir menuliskan kisah yang konyol untuk kita mainkan, seolah hidup ini hanya sebuah lelucon.”
Bagi mereka yang imannya kuat akan menganggap ini semua sebagai cobaan atau ujian hidup. Sedangkan bagi mereka yang seperti aku, mendapati takdir yang terasa konyol, mereka bisa saja menjadi gila atau malah marah-marah pada Tuhan. Bila kita coba merenungkannya, kita akan sangat bersyukur pada Tuhan, karena hal-hal konyol tersebut bisa menjadi pelajaran bagi kita yang menjadikan kita semakin kuat menghadapi dunia yang manusia-manusianya tidak pernah puas ini.
Sekarang marilah sejenak kita berkontemplasi, mencoba merenungkan mengapa Tuhan memberikan takdir yang serasa konyol ini kepada kita. Lihatlah ke belakang sebelum kita mengalami (takdir) ini, bukankah keseluruhan kebetulan-kebetulan ini memang seharusnya hanyalah satu kisah yang panjang? Dan lihatlah sisi baiknya, apa yang diakibatkan oleh cobaan ini, membuat kita menjadi manusia yang memiliki kepribadian kuat dengan mengalami pengalaman-pengalaman baru atau sebaliknya.

kehidupan kedua

hari ini adalah kehidupan kedua bagiku
tak bisa mengikuti rutinitas, aku membelok
biarlah semua tahu cita-citaku
bukannya bodoh, hanya berbeda
ini tentang makna hidup
hariku tak banal lagi
akulah sang pendobrak
karena hidup bukan sekedar mampir
aku takut...
jika hidup hanya lempeng saja
jika mati adalah cita-cita
untuk apa aku hidup?
bukankah aku hidup untuk makna?
tanpa makna..
semuanya tak berarti apa-apa...